Info Dapodik – Jangan sampai salah saat simulasi TKA! Proktor wajib melakukan beberapa langkah ini sebelum siswa mulai login dan mengerjakan soal. Simulasi TKA SMA dan SMK mulai memasuki tahap pelaksanaan. Proktor perlu mengetahui beberapa langkah penting, mulai dari login Proktor Browser, mengaktifkan peserta, merilis token, sampai menangani siswa yang mengalami kendala saat mengerjakan.
Pelaksanaan simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak hanya berkaitan dengan kesiapan siswa. Di balik pelaksanaan tersebut terdapat peran proktor yang bertugas memastikan sistem, perangkat, dan peserta dapat mengikuti rangkaian simulasi dengan baik.
Setelah menu simulasi tersedia pada sistem, proktor dapat mulai mempersiapkan perangkat dan mengakses akun yang telah disediakan. Prosedur tersebut perlu dilakukan secara berurutan agar peserta dapat masuk dan mengikuti simulasi.
Informasi mengenai pelaksanaan simulasi juga menunjukkan bahwa sekolah diberikan rentang waktu untuk memilih hari pelaksanaan sesuai dengan jadwal yang tersedia. Artinya, sekolah dapat menyesuaikan pelaksanaan dengan kesiapan perangkat dan kondisi masing-masing.
Proktor Perlu Mengecek ID dan Akun Terlebih Dahulu
Langkah awal yang perlu diperhatikan proktor adalah melihat ID proktor yang tersedia pada menu simulasi.
Informasi tersebut biasanya berada pada bagian Komputer Proktor. ID dan password yang tersedia digunakan untuk masuk ke aplikasi Proktor Browser.
Sebelum memulai, proktor sebaiknya memastikan informasi login sudah tersedia dan dapat digunakan. Data tersebut juga perlu dijaga agar tidak tersebar kepada pihak yang tidak berkepentingan.
Setelah mendapatkan informasi login, proktor dapat melanjutkan persiapan aplikasi pada komputer yang akan digunakan.
Proktor Browser Harus Disiapkan
Proktor Browser menjadi salah satu aplikasi utama dalam proses simulasi. Jika aplikasi belum tersedia pada komputer proktor, perangkat perlu dipersiapkan terlebih dahulu.
Setelah file aplikasi diunduh, proktor dapat mengekstraknya sesuai petunjuk penggunaan aplikasi. Pada beberapa perangkat, aplikasi mungkin memerlukan izin administrator agar dapat dijalankan.
Karena itu, proktor perlu memastikan bahwa komputer yang digunakan memiliki hak akses yang memadai.
Selain itu, koneksi internet juga menjadi bagian penting, khususnya untuk simulasi yang menggunakan sistem online. Sebelum peserta masuk, koneksi sebaiknya diperiksa agar tidak menimbulkan gangguan ketika simulasi berlangsung.
Perhatikan Pengaturan Keamanan Perangkat
Dalam proses instalasi atau menjalankan aplikasi, terkadang sistem keamanan perangkat dapat memberikan peringatan. Proktor perlu memperhatikan petunjuk resmi aplikasi sebelum melakukan perubahan pengaturan keamanan.
Jika terdapat kendala saat aplikasi dijalankan, jangan langsung mengubah pengaturan keamanan secara sembarangan. Pastikan terlebih dahulu bahwa aplikasi yang digunakan memang berasal dari sumber resmi dan sesuai dengan ketentuan pelaksanaan TKA.
Hal ini penting karena komputer proktor menjadi perangkat utama yang mengendalikan jalannya simulasi.
Login ke Proktor Browser
Setelah aplikasi berhasil dijalankan, proktor dapat masuk menggunakan ID dan password yang tersedia pada menu simulasi.
Setelah berhasil login, proktor akan melihat informasi peserta yang tersedia dalam sistem. Jumlah peserta pada halaman tersebut akan mengikuti data simulasi yang disediakan.
Pada tahap inilah proktor mulai menjalankan fungsi utamanya, yaitu mengatur status peserta dan memastikan peserta yang akan mengikuti simulasi dapat mengakses tes.
Masuk ke Menu Status Tes
Setelah berhasil login, proktor perlu memperhatikan menu Status Tes.
Menu ini digunakan untuk melakukan pengaturan sebelum peserta mulai mengerjakan. Salah satu langkah yang perlu diperhatikan adalah menyimpan sesi melalui tombol Set sesuai instruksi yang muncul pada sistem.
Setelah sesi berhasil disimpan, tahapan berikutnya berkaitan dengan rilis token.
Token menjadi bagian penting karena digunakan dalam proses akses peserta terhadap tes. Proktor perlu menunggu sampai tombol atau fitur rilis token tersedia sesuai jadwal sistem.
Jangan memaksakan proses rilis apabila fitur tersebut memang belum aktif.
Peserta Perlu Diaktifkan Melalui Kelompok Tes
Selain status tes, proktor juga perlu memeriksa bagian Kelompok Tes.
Pada bagian tersebut, proktor dapat memilih kelompok tes yang tersedia kemudian menerapkan pengaturan kepada peserta.
Setelah kelompok tes dipilih, daftar peserta akan ditampilkan. Proktor kemudian dapat mengaktifkan peserta yang akan mengikuti simulasi.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah jumlah peserta yang tampil dalam daftar. Jika halaman hanya menampilkan sebagian peserta, maka proses memilih semua peserta bisa saja hanya berlaku pada peserta yang sedang tampil.
Karena itu, proktor perlu memastikan daftar peserta sudah ditampilkan sesuai kebutuhan sebelum melakukan aktivasi.
Pastikan Semua Peserta yang Diperlukan Sudah Aktif
Setelah daftar peserta ditampilkan, proktor dapat melakukan pengecekan status satu per satu.
Tujuannya sederhana, yaitu memastikan peserta yang akan mengikuti simulasi sudah berada dalam kondisi aktif.
Jika masih terdapat peserta yang belum aktif, proktor dapat melakukan pengecekan kembali pada daftar tersebut.
Tahap ini perlu dilakukan sebelum siswa mulai login. Dengan demikian, ketika siswa memasukkan username dan password pada perangkat masing-masing, sistem sudah mengenali akun peserta yang bersangkutan.
Setelah Aktif, Siswa Bisa Mulai Login
Jika peserta sudah aktif, sekolah dapat meminta siswa untuk masuk menggunakan kartu login yang telah disiapkan.
Proktor dapat memantau aktivitas peserta melalui menu status peserta. Pada bagian tersebut nantinya dapat terlihat peserta yang sudah login, sedang mengerjakan, maupun yang telah menyelesaikan simulasi.
Pemantauan ini membantu proktor mengetahui kondisi peserta secara langsung selama simulasi berlangsung.
Jika terdapat peserta yang belum login, proktor dapat melakukan pengecekan terhadap perangkat atau informasi login yang digunakan.
Rilis Token Menjadi Tahap Penting
Salah satu bagian yang perlu diperhatikan adalah rilis token.
Fitur tersebut tidak selalu dapat digunakan sejak awal. Proktor perlu menunggu sampai waktu yang ditentukan oleh sistem.
Karena itu, jika tombol rilis token belum aktif, proktor tidak perlu panik. Periksa kembali waktu pelaksanaan dan ikuti jadwal yang ditampilkan pada sistem.
Setelah token dapat dirilis, peserta dapat melanjutkan proses sesuai mekanisme yang berlaku.
Bagaimana Jika Laptop Siswa Bermasalah?
Kendala perangkat bisa saja terjadi ketika simulasi berlangsung.
Misalnya, laptop siswa mengalami masalah sehingga peserta harus dipindahkan ke perangkat lain. Dalam kondisi seperti itu, proktor dapat menggunakan fitur reset peserta apabila tersedia pada sistem.
Caranya dilakukan melalui daftar peserta. Proktor memilih peserta yang mengalami kendala, kemudian menjalankan fungsi reset sesuai menu yang tersedia.
Setelah proses reset berhasil, siswa dapat diarahkan untuk login kembali menggunakan perangkat yang baru atau perangkat yang sudah diperbaiki.
Dengan adanya fitur tersebut, kendala perangkat tidak selalu berarti peserta harus menghentikan seluruh proses simulasi.
Simulasi Hanya Dilakukan Satu Kali
Hal penting lainnya adalah memahami mekanisme pelaksanaan simulasi.
Simulasi TKA dilakukan dalam satu rangkaian tes. Artinya, apabila peserta sudah menyelesaikan simulasi pada hari yang dipilih, peserta tidak perlu mengulang simulasi pada hari berikutnya.
Simulasi juga ditujukan untuk mata pelajaran wajib dengan batas waktu maksimal yang telah ditentukan sistem.
| Bagian | Keterangan |
|---|---|
| Pelaksanaan | Mengikuti rentang jadwal yang tersedia |
| Frekuensi | Satu kali rangkaian tes |
| Pengawasan | Dilakukan melalui sistem proktor |
| Peserta | Dapat mengikuti sesuai pengaturan sekolah |
| Kendala perangkat | Dapat ditangani melalui fitur yang tersedia |
| Durasi | Maksimal 150 menit sesuai informasi simulasi |
Sekolah juga tidak harus memaksakan seluruh siswa mengikuti simulasi apabila kegiatan tersebut memang tidak diwajibkan. Namun, minimal melakukan pengecekan dengan beberapa perangkat atau peserta dapat membantu sekolah memastikan sistem berjalan.
Proktor Tidak Hanya Bertugas Saat Siswa Mengerjakan
Dari seluruh rangkaian tersebut terlihat bahwa tugas proktor dimulai sebelum peserta mengerjakan soal.
Proktor perlu memastikan aplikasi sudah berjalan, akun dapat digunakan, peserta sudah aktif, kelompok tes sudah benar, token tersedia, dan perangkat peserta siap.
Saat simulasi berlangsung, proktor juga perlu memantau status peserta. Jika ada masalah login atau perangkat, proktor dapat melakukan tindakan sesuai fitur yang tersedia.
Setelah simulasi selesai, proktor dapat memastikan seluruh proses telah tercatat pada sistem.
Kesimpulan
Tugas proktor dalam simulasi TKA SMA dan SMK cukup penting karena menjadi bagian utama dalam memastikan sistem dapat digunakan peserta. Proktor perlu mengecek ID dan akun, menjalankan Proktor Browser, mengatur sesi, mengaktifkan peserta, menunggu rilis token, serta memantau status peserta selama simulasi. Jika siswa mengalami masalah pada perangkat, proktor dapat memanfaatkan fitur reset sesuai mekanisme sistem. Karena simulasi dilaksanakan dalam satu rangkaian tes dengan durasi maksimal yang ditentukan, sekolah sebaiknya melakukan seluruh persiapan secara teliti sebelum peserta mulai login dan mengerjakan.