Info Dapodik – Dapodik 2027.b Resmi diperbarui lohh, simak informasinya disini agar tahu apa saja yang berbeda. Aplikasi Dapodik versi 2027.b membawa sejumlah penyempurnaan penting dalam pengelolaan Data Pokok Pendidikan. Pembaruan yang dirilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada September 2026 tersebut tidak hanya menyentuh aspek tampilan, tetapi juga memperketat mekanisme validasi data, terutama berkaitan dengan penugasan wali kelas pada jenjang SMA dan SMK.
Versi 2027.b merupakan kelanjutan dari Dapodik 2027 yang sebelumnya menghadirkan beberapa perubahan pada pengelolaan rombongan belajar, data peserta didik, program pendidikan, hingga mekanisme validasi lokal. Dengan pembaruan terbaru ini, satuan pendidikan kembali diminta memastikan data yang tersimpan benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan sebelum melakukan sinkronisasi.
Salah satu perubahan yang paling spesifik pada Dapodik 2027.b adalah pembatasan mekanisme pelepasan validasi wali kelas. Pada versi terbaru, pelepasan validasi tersebut dibatasi agar hanya dapat diterapkan pada satu rombongan belajar secara spesifik, terutama pada jenjang SMA dan SMK.
Validasi Wali Kelas di Dapodik 2027.b Diperketat
Perubahan pada validasi wali kelas menjadi perhatian utama dalam pembaruan Dapodik 2027.b.
Pada sistem sebelumnya, mekanisme pelepasan validasi masih memberikan ruang yang lebih fleksibel. Dalam versi terbaru, mekanisme tersebut dibuat lebih ketat sehingga pelepasan validasi hanya dapat diberlakukan pada satu rombel tertentu.
Kemendikdasmen menjelaskan bahwa perubahan tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban penugasan dan meningkatkan akurasi data guru. Pembatasan ini juga ditujukan untuk mencegah munculnya duplikasi data atau kesalahan pencatatan penugasan wali kelas.
Bagi operator sekolah, perubahan ini berarti pemeriksaan data wali kelas perlu dilakukan lebih teliti. Setelah melakukan pembaruan aplikasi, operator perlu melihat kembali penugasan yang tercatat dalam setiap rombongan belajar.
Mengapa Operator Harus Mengecek Ulang Data Rombel?
Perubahan sistem pada validasi wali kelas berkaitan langsung dengan data rombongan belajar (rombel). Karena itu, sekolah tidak cukup hanya menginstal atau memperbarui aplikasi ke versi 2027.b.
Data yang sudah ada juga perlu diperiksa kembali.
Kemendikdasmen melalui informasi pembaruan Dapodik mengingatkan satuan pendidikan agar setelah pembaruan memastikan versi aplikasi sudah benar sebelum melakukan sinkronisasi. Sekolah juga diminta memeriksa kembali data yang akan dikirim agar sesuai kondisi sebenarnya.
Dalam praktiknya, operator dapat memeriksa penugasan wali kelas satu per satu, terutama jika sekolah memiliki banyak rombel dan terdapat perubahan pembagian tugas guru.
| Bagian yang Perlu Dicek | Fokus Pemeriksaan |
|---|---|
| Versi aplikasi | Pastikan sudah menggunakan Dapodik 2027.b |
| Wali kelas | Penugasan sesuai kondisi sebenarnya |
| Rombel | Guru ditempatkan pada rombel yang tepat |
| Data GTK | Tidak terdapat duplikasi penugasan |
| Validasi | Tidak terdapat peringatan akibat data tidak sesuai |
| Sinkronisasi | Dilakukan setelah data diperiksa |
Dengan pemeriksaan tersebut, perubahan sistem dapat diikuti tanpa menimbulkan kesalahan baru pada data sekolah.
Dapodik 2027 Membawa Banyak Fitur Baru
Sebelum hadirnya patch 2027.b, Dapodik versi 2027 telah lebih dahulu membawa sejumlah perubahan. Kemendikdasmen mencatat adanya penambahan beberapa jenis rombongan belajar baru untuk menyesuaikan kebutuhan layanan pendidikan.
Jenis rombel tersebut antara lain:
Rombel Kelas Rangkap untuk jenjang SD.
Rombel Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk jenjang SMA.
Rombel Keberkerjaan Luar Negeri untuk jenjang SMK.
Rombel Keaksaraan untuk satuan pendidikan PKBM dan SKB.
Penambahan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan Dapodik tidak hanya berkaitan dengan perbaikan bug, tetapi juga menyesuaikan sistem dengan bentuk layanan pendidikan yang semakin beragam.
Ada Rombel Kelas Rangkap untuk SD
Salah satu fitur baru pada Dapodik 2027 adalah dukungan terhadap Kelas Rangkap di jenjang SD.
Fitur tersebut berkaitan dengan kondisi pembelajaran tertentu ketika layanan pendidikan perlu diselenggarakan dengan model kelas rangkap.
Kehadiran pilihan tersebut membuat data rombongan belajar dapat lebih merepresentasikan bentuk pembelajaran yang benar-benar dijalankan satuan pendidikan.
Bagi operator SD, penambahan ini perlu diperhatikan ketika melakukan pemutakhiran data rombel agar jenis layanan yang dipilih tidak keliru.
Rombel PJJ Hadir untuk Jenjang SMA
Pada jenjang SMA, Dapodik 2027 juga menambahkan Rombel Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ.
Fitur ini merupakan penyesuaian sistem terhadap kebutuhan pendataan layanan pendidikan yang diselenggarakan dengan pola jarak jauh.
Dengan adanya pilihan rombel tersebut, satuan pendidikan yang memenuhi kondisi layanan terkait dapat melakukan pendataan melalui kategori yang lebih sesuai.
SMK Mendapat Rombel Keberkerjaan Luar Negeri
Untuk jenjang SMK, Dapodik 2027 membawa jenis rombel Keberkerjaan Luar Negeri.
Fitur ini berkaitan dengan berkembangnya program pendidikan vokasi yang mempersiapkan lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja internasional.
Kemendikdasmen sebelumnya juga telah menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 64 Tahun 2026 mengenai Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri pada SMK. Program tersebut memperkuat kompetensi kejuruan, bahasa asing, serta kesiapan peserta didik untuk bekerja di luar negeri.
Dengan adanya dukungan dalam Dapodik, pengelolaan data rombel dapat menyesuaikan dengan program tersebut.
PKBM dan SKB Mendapat Rombel Keaksaraan
Selain pendidikan formal, pembaruan Dapodik 2027 juga menyentuh satuan pendidikan nonformal.
Rombel Keaksaraan ditambahkan untuk PKBM dan SKB. Fitur ini memungkinkan layanan pendidikan keaksaraan dicatat melalui struktur data yang lebih sesuai.
Pembaruan semacam ini penting karena kebutuhan pendataan satuan pendidikan nonformal tidak selalu sama dengan sekolah pada jenjang SD, SMP, SMA, atau SMK.
Formulir Orang Tua Siswa Juga Berubah
Perubahan lain yang perlu diketahui operator adalah penambahan atribut status hidup ayah dan ibu pada formulir data orang tua peserta didik.
Dalam versi sebelumnya, informasi orang tua tidak memiliki atribut tersebut dalam bentuk yang sama. Pada Dapodik 2027, operator dapat mencatat apakah ayah atau ibu siswa berstatus Hidup atau Meninggal.
Penambahan atribut ini membuat informasi keluarga peserta didik menjadi lebih rinci dan dapat mendukung kebutuhan analisis data pendidikan.
Operator sekolah perlu mengisi informasi tersebut berdasarkan kondisi yang sebenarnya, bukan sekadar untuk menghilangkan validasi.
Input PIP di Dapodik Dinonaktifkan
Perubahan lain yang cukup menarik perhatian adalah penonaktifan fitur penginputan data Program Indonesia Pintar (PIP) pada Dapodik 2027.
Kemendikdasmen menjelaskan bahwa penyempurnaan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan konsistensi dan kualitas pengelolaan data.
Dengan demikian, operator sekolah tidak lagi menggunakan fitur input PIP seperti pada mekanisme sebelumnya.
Perubahan ini perlu dipahami agar operator tidak mencari menu input yang memang telah dinonaktifkan dalam versi terbaru.
Pengelolaan Sarpras Tidak Lagi Seperti Dulu
Perubahan juga terjadi dalam pengelolaan sarana dan prasarana (Sarpras).
Dalam ekosistem Dapodik terbaru, pengelolaan data sarana dan prasarana diarahkan melalui Manajemen Satuan Pendidikan (SP Data DIK), bukan lagi semata-mata dilakukan melalui menu tambah sarpras di aplikasi Dapodik lokal.
Perubahan pengelolaan tersebut sejalan dengan arah pengembangan sistem yang semakin terintegrasi. Kemendikdasmen memang terus melakukan integrasi dan penyederhanaan proses pendataan pendidikan agar data dapat dikelola melalui layanan yang sesuai.
Bagi operator, hal ini berarti perlu mengetahui dengan jelas layanan mana yang digunakan untuk memperbarui jenis data tertentu.
Validasi Lokal Dibuat Lebih Transparan
Dapodik 2027 juga melakukan penyempurnaan pada validasi lokal.
Kemendikdasmen menyebut peningkatan mekanisme validasi lokal sebagai bagian dari upaya menjaga konsistensi dan kualitas data pendidikan.
Bagi sekolah, validasi lokal menjadi alat penting sebelum melakukan sinkronisasi. Kesalahan dalam data dapat diketahui lebih awal sehingga operator memiliki kesempatan melakukan perbaikan sebelum data dikirim.
Pendekatan tersebut membuat proses sinkronisasi tidak sekadar menjadi tahap pengiriman data, tetapi juga menjadi bagian dari siklus pemeriksaan kualitas data.
Dapodik 2027.b Bukan Sekadar Patch Biasa
Jika dilihat secara keseluruhan, Dapodik 2027.b memang merupakan pembaruan lanjutan. Namun, perubahan yang dibawa tidak bisa dilepaskan dari arah besar Dapodik 2027, yaitu memperkuat tata kelola data pendidikan.
Pemerintah menekankan bahwa data pendidikan harus diperbarui sesuai kondisi riil, kemudian melalui proses verifikasi, validasi, sinkronisasi, dan pengiriman data.
Karena itu, keberadaan patch 2027.b sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai kewajiban memperbarui aplikasi.
Operator juga perlu melakukan pemeriksaan ulang terhadap data sekolah setelah pembaruan terpasang.
Apa yang Harus Dilakukan Operator Setelah Update?
Setelah memasang Dapodik 2027.b, operator sekolah sebaiknya melakukan pemeriksaan bertahap.
Pertama, pastikan versi aplikasi benar-benar sudah berubah menjadi 2027.b.
Kedua, periksa rombongan belajar, terutama penugasan wali kelas pada SMA dan SMK.
Ketiga, cek kembali data guru dan peserta didik yang berkaitan dengan rombel.
Keempat, periksa data orang tua peserta didik, termasuk atribut status hidup ayah dan ibu.
Kelima, pastikan data program pendidikan dan bentuk rombel telah sesuai.
Keenam, jalankan validasi lokal sebelum melakukan sinkronisasi.
Ketujuh, lakukan sinkronisasi setelah data dinyatakan sesuai.
Kemendikdasmen juga mengingatkan satuan pendidikan untuk melakukan pemutakhiran data secara berkala serta memastikan seluruh informasi yang dikirim sesuai kondisi sebenarnya.
Mengapa Akurasi Data Dapodik Semakin Penting?
Data Dapodik digunakan sebagai salah satu fondasi dalam berbagai proses perencanaan, pelaksanaan program, evaluasi, dan pengambilan kebijakan pendidikan. Karena itu, kualitas data sekolah tidak hanya menjadi urusan operator. Seluruh satuan pendidikan memiliki tanggung jawab untuk memastikan data yang dikirim akurat dan mutakhir.
Perubahan validasi dalam Dapodik 2027.b dapat dilihat dalam konteks tersebut. Pembatasan pelepasan validasi wali kelas, penambahan jenis rombel, penyesuaian data orang tua, serta peningkatan validasi lokal semuanya diarahkan agar data yang masuk ke sistem lebih tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kesimpulan
Dapodik 2027.b resmi hadir dengan perubahan penting pada mekanisme validasi data, terutama penugasan wali kelas di jenjang SMA dan SMK. Pada versi terbaru, pelepasan validasi wali kelas diperketat dan hanya dapat diterapkan pada satu rombongan belajar secara spesifik untuk mencegah duplikasi atau kesalahan pencatatan. Pembaruan ini melanjutkan sejumlah fitur yang sebelumnya diperkenalkan dalam Dapodik 2027, seperti Rombel Kelas Rangkap untuk SD, Rombel PJJ untuk SMA, Rombel Keberkerjaan Luar Negeri untuk SMK, serta Rombel Keaksaraan untuk PKBM dan SKB. Selain itu, terdapat penambahan status hidup ayah dan ibu pada data orang tua, penonaktifan input PIP, peningkatan validasi lokal, serta penyesuaian tata kelola data sarana dan prasarana. Karena itu, setelah memperbarui ke Dapodik 2027.b, operator sekolah perlu memeriksa kembali data rombel, penugasan wali kelas, GTK, peserta didik, kurikulum, dan bagian lain yang terdampak sebelum melakukan sinkronisasi.