TKA Utama Makin Dekat, Sekolah Jangan Abaikan Hasil Gladi Bersih!

Info Dapodik – Gladi bersih sudah dilaksanakan, tetapi pekerjaan sekolah belum tentu selesai jika masih ada pengaturan dan dokumen yang belum diperiksa kembali.  Pelaksanaan gladi bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA/SMK menjadi salah satu tahapan yang membantu sekolah mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi ujian utama. Kegiatan ini memberi kesempatan kepada proktor untuk memeriksa alur pelaksanaan, kesiapan peserta, kelengkapan administrasi, serta kemungkinan kendala teknis.

Berdasarkan informasi yang disampaikan kanal Ngapak Pedia, gladi bersih TKA SMA/SMK gelombang 1 berlangsung pada 5–8 Oktober 2026. Selama empat hari, peserta mengikuti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan mata pelajaran pilihan sesuai pembagian jadwal.

Setelah kegiatan berlangsung, sekolah perlu memastikan pengalaman selama gladi bersih tidak berhenti sebagai catatan semata. Hasil pemeriksaan harus digunakan untuk memperbaiki hal-hal yang masih kurang sebelum pelaksanaan TKA utama.

Evaluasi Jadwal dan Penempatan Peserta

Langkah pertama yang dapat dilakukan sekolah adalah memeriksa kembali penempatan peserta berdasarkan gelombang dan sesi. Setiap peserta perlu mengikuti jadwal yang tercantum pada sistem, termasuk waktu dan mata pelajaran yang harus dikerjakan.

Proktor dapat mencocokkan daftar peserta dengan kartu login yang telah dicetak. Periksa apakah informasi identitas, nama pengguna, kata sandi, sesi, dan jadwal sudah sesuai.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, jangan langsung mengubah data tanpa memahami prosedur yang berlaku. Perubahan penempatan peserta atau pengaturan lain perlu mengikuti mekanisme resmi agar tidak menimbulkan masalah pada data dan administrasi.

Sekolah juga perlu memastikan peserta memahami jadwalnya. Informasi yang disampaikan lebih awal dapat membantu mengurangi kebingungan saat hari pelaksanaan tiba.

Periksa Kembali Pengaturan Proktor dan Sesi

Dalam pelaksanaan TKA berbasis komputer, pengaturan pada sistem proktor menjadi bagian penting dari persiapan. Proktor perlu memastikan kelompok ujian atau browser yang digunakan sudah sesuai dengan sesi yang dijalankan.

Pengaturan tersebut harus dicocokkan dengan jadwal resmi. Apabila sekolah menyelenggarakan beberapa sesi, pastikan peserta yang masuk ke dalam sistem memang dijadwalkan mengikuti sesi tersebut.

Pemantauan status peserta juga perlu dilakukan ketika ujian berjalan. Proktor perlu mengetahui apakah peserta sudah berhasil masuk dan mengikuti tes. Jika ada peserta yang belum masuk, periksa penyebabnya dan ikuti langkah penanganan yang tersedia.

Kesalahan pengaturan sesi dapat mengganggu alur pelaksanaan. Oleh sebab itu, pemeriksaan sebaiknya dilakukan sebelum peserta mulai mengerjakan tes, bukan ketika masalah sudah terjadi.

Jangan Mengandalkan Contoh Jadwal Token

Token ujian merupakan salah satu bagian yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan TKA. Waktu penggunaannya mengikuti pengaturan pada sistem dan jadwal yang berlaku.

Dalam rekaman yang menjadi sumber artikel, terdapat contoh waktu token sesi pertama sekitar pukul 06.50, sesi kedua sekitar pukul 09.20, dan sesi ketiga sekitar pukul 11.50. Namun, sekolah tidak boleh langsung menganggap waktu tersebut berlaku untuk seluruh pelaksanaan.

Jadwal yang tercantum pada kartu login dan sistem resmi harus dijadikan acuan utama. Jika terdapat perubahan jadwal atau ketentuan, ikuti informasi terbaru yang disampaikan penyelenggara.

Proktor juga perlu menyampaikan arahan kepada peserta dengan jelas. Peserta harus mengetahui kapan perlu bersiap, bagaimana menggunakan kartu login, serta kepada siapa mereka harus melapor apabila mengalami masalah.

Lengkapi Daftar Hadir dan Berita Acara

Evaluasi setelah gladi bersih tidak hanya berkaitan dengan perangkat. Sekolah juga perlu memeriksa apakah daftar hadir dan berita acara telah diisi sesuai ketentuan.

Daftar hadir perlu mencatat kondisi kehadiran peserta secara benar. Tanda tangan dan rekap jumlah peserta harus diperiksa kembali sebelum dokumen difoto, dipindai, atau diunggah sesuai prosedur.

Sementara itu, berita acara perlu disesuaikan dengan hari, mata pelajaran, dan sesi pelaksanaan. Apabila terdapat peserta yang tidak hadir, keterangannya harus dicatat berdasarkan keadaan sebenarnya.

Pastikan dokumen yang sudah diisi juga telah melalui tahapan pengiriman atau pengunggahan yang diminta sistem. Menyiapkan dokumen di komputer belum tentu sama dengan menyelesaikan proses administrasi.

Simpan Dokumen Sebelum Mengubah Pengaturan

Informasi dari sumber menyebutkan bahwa sekolah perlu memperhatikan perubahan pengaturan TKA utama, termasuk gelombang, sesi, atau komputer proktor. Sumber tersebut menyampaikan batas waktu perubahan hingga 15 Oktober 2026 pukul 15.00.

Karena tenggat dan ketentuan dapat bergantung pada informasi resmi penyelenggara, sekolah harus memeriksa kembali pengumuman pada sistem TKA sebelum melakukan perubahan.

Sebelum mengubah pengaturan, unduh dan simpan dokumen administrasi yang diperlukan. Langkah ini membantu sekolah mempertahankan salinan dokumen yang dibutuhkan untuk pemeriksaan atau pencatatan internal.

Perubahan juga sebaiknya dilakukan oleh petugas yang memahami pengaturan sistem. Hindari mengubah data secara terburu-buru tanpa memeriksa dampaknya terhadap jadwal peserta maupun dokumen administrasi.

Jadikan Kendala Teknis sebagai Bahan Perbaikan

Selama gladi bersih, sumber menyebutkan beberapa kendala, seperti aplikasi lambat, peserta keluar otomatis dari sistem, dan aplikasi klien yang terdeteksi antivirus. Pengalaman tersebut dapat menjadi bahan evaluasi sebelum TKA utama.

Sekolah dapat mengelompokkan kendala berdasarkan jenisnya. Masalah perangkat perlu ditangani melalui pemeriksaan komputer, sedangkan masalah aplikasi harus diselesaikan sesuai petunjuk teknis resmi. Jika kendala diduga berasal dari sistem yang lebih luas, proktor sebaiknya mengikuti jalur pelaporan yang tersedia.

Apabila diperlukan pemasangan ulang atau ekstraksi kembali aplikasi klien, lakukan sesuai instruksi resmi. Jangan sembarangan menonaktifkan fitur keamanan komputer hanya untuk menghilangkan peringatan antivirus.

Catatan evaluasi sebaiknya memuat masalah yang terjadi, langkah penanganan, dan hasilnya. Dengan begitu, sekolah dapat menghindari pengulangan kesalahan yang sama pada pelaksanaan berikutnya.

Persiapkan Peserta agar Tidak Bingung

Kesiapan peserta juga berpengaruh terhadap kelancaran ujian. Sekolah perlu memastikan siswa memahami jadwal, sesi, cara menggunakan kartu login, serta aturan ketika mengalami kendala.

Informasi sebaiknya disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami. Peserta perlu mengetahui bahwa mereka harus mengikuti jadwal yang ditentukan dan tidak berpindah sesi tanpa mengikuti ketentuan resmi.

Sekolah juga dapat mengingatkan peserta agar memeriksa informasi pada kartu login sebelum hari pelaksanaan. Jika ditemukan ketidaksesuaian, peserta sebaiknya melapor kepada petugas sekolah lebih awal.

Persiapan semacam ini membantu mengurangi pertanyaan berulang pada saat ujian akan dimulai, sehingga proktor dapat lebih fokus pada pemantauan sistem dan penanganan masalah teknis.

Periksa Pengumuman Resmi Sebelum Mengambil Keputusan

Informasi yang dibagikan melalui kanal atau rekaman dapat membantu sekolah memahami pengalaman pelaksanaan gladi bersih. Namun, keputusan mengenai jadwal, batas waktu perubahan, prosedur teknis, dan administrasi tetap harus merujuk pada ketentuan resmi yang berlaku.

Sekolah sebaiknya tidak mengandalkan satu contoh pelaksanaan untuk menetapkan semua pengaturan. Jika ada perbedaan antara informasi dalam rekaman dan petunjuk pada sistem, ikuti mekanisme resmi dan konfirmasikan kepada pihak penyelenggara apabila diperlukan.

Kesimpulannya, gladi bersih TKA SMA/SMK harus dimanfaatkan sebagai dasar evaluasi sebelum pelaksanaan utama. Sekolah perlu memeriksa penempatan peserta, kartu login, pengaturan sesi, token, daftar hadir, berita acara, perangkat, serta aplikasi ujian. Dengan menyimpan dokumen penting, mencatat kendala, dan mengikuti pengumuman resmi, proktor dapat menyiapkan pelaksanaan TKA utama secara lebih tertib dan mengurangi risiko masalah yang sebenarnya bisa diantisipasi.