Senin, 24 September 2018

BKN Menyediakan Sebuah Laman Simulasi CAT Resmi

BKN menyediakan sebuah laman simulasi untuk mengerjakan soal dengan menggunakan sistem.
Para calon peserta dapat mengunjungi laman Simulasi CAT BKN, yang berisi kumpulan soal dari TIU, TWK, hingga TKP.

Menariknya, layaknya ujian sebenarnya, laman ini juga dilengkapi dengan sistem skoring.
Sehingga, peserta dapat mengukur serta menguji kemampuannya sendiri.
Berikut cara mendaftar ke laman simulasi CAT-BKN, dikutip TribunStyle.com dari berbagai sumber, Sabtu (28/7/2018).
2. Lakukan log in dengan memasukkan Email dan juga Password.
3. Masukkan 10 digit kode verifikasi yang dikirim ke email.
4. Log in berhasil, peserta mulai bisa melakukan simulasi CAT-BKN.



Berikut ini kumpulan soal CPNS untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian CPNS 2018.

Bisa di-download gratis kumpulan soal tes CPNS 2018 melalui tautan ini.
#1 Soal Tes CPNS 1
https://drive.google.com/file/d/0B13kcADlXvNgb29uUEpUV0taQWc/view
#2 Soal Tes CPNS 2
https://drive.google.com/file/d/0B13kcADlXvNgTWJBNlg1M3pFbU0/view
#3 Soal Tes CPNS Tata Negara
https://drive.google.com/file/d/0B13kcADlXvNgM0hySVYzM3lFRWc/view
#4 Soal Tes CPNS Falsafah Idieologi
https://drive.google.com/file/d/0B13kcADlXvNgV0dVQjJHSGRGNVE/view
#5 Soal Tes CPNS Sejarah Nasional Indonesia
https://drive.google.com/file/d/0B13kcADlXvNgVHdiRmRjaV9fclk/view
#6 Soal Tes CPNS Pengetahuan Umum
https://drive.google.com/file/d/0B13kcADlXvNgSFI5MVphOUVFalk/view
#7 Soal Tes CPNS Bahasa Indonesia
https://drive.google.com/file/d/0B13kcADlXvNgazhBWm55blVpMjQ/view
#8 Soal Tes CPNS Bahasa Inggris
https://drive.google.com/file/d/0B13kcADlXvNgUDU2Qnl5cFlqLUk/view
#9 Soal Tes CPNS Antonim (Lawan Kata)
https://drive.google.com/file/d/0B13kcADlXvNgMnowT1JPVXBQT1U/view
#10 Soal Tes CPNS Padanan Kata
https://drive.google.com/file/d/0B13kcADlXvNgNmtRaXlrV0ZsdzA/view
#11 Soal Tes CPNS Menggambar
https://drive.google.com/file/d/0B13kcADlXvNgeEdWVlNfR2dKcWM/view
#12 Soal Tes CPNS Bakat Skolastik
https://drive.google.com/file/d/0B13kcADlXvNgaXBqamY0dURUTms/view
#13 Soal Tes CPNS Aritmatik
https://drive.google.com/file/d/0B13kcADlXvNgT1p1bFpvTDNrWEk/view
#14 Soal Tes CPNS Logika Angka
https://drive.google.com/file/d/0B13kcADlXvNgMmFSMWVkWndtMGs/view
#15 Soal Tes CPNS Logika Formil
https://drive.google.com/file/d/0B13kcADlXvNgbDZaajdfQ1BMVDQ/view



Editor: Ardy Muchlis

Minggu, 23 September 2018

Bagi Yang Masih Bingung Terkait Pengiriman Dokumen Kelengkapan Berkas CPNS Kemendikbud 2018

Bagi Yang Masih Bingung Terkait Pengiriman Dokumen Kelengkapan Berkas CPNS Kemendikbud 2018

Cermati contoh-contoh berikut ini.Lampiran berkas:

Contoh Lamaran 




Contoh Selfie






Contoh Amplop


FAQ CPNS KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2018



Berikut terlampir daftar pertanyaan yang sering diajukan terkait seleksi penerimaan CPNS

A.     PERSYARATAN PENDAFTARAN

1.       Berapa batas usia pelamar CPNS Kemendikbud tahun 2018? Jawab:

Batas usia pelamar CPNS Kemendikbud tahun 2018 serendah-rendahnya 18 tahun pada tanggal 26 September 2018 dan setinggi-tingginya 35 tahun pada tanggal 1 Desember 2018.

2.       Bolehkah menggunakan Surat Keterangan Lulus untuk pendaftaran CPNS Kemendikbud tahun 2018?

Jawab:

Surat keterangan lulus tidak dapat digunakan untuk persyaratan melamar CPNS Kemendikbud tahun 2018.

3.       Apakah pelamar dengan jenjang pendidikan yang lebih tinggi (misal: S2) dapat

mendaftar pada formasi dengan jenjang pendidikan yang lebih rendah (misal: S1)? Jawab:

Pelamar dapat mendaftar dengan menggunakan jenjang pendidikan yang lebih rendah sepanjang formasi tersedia. Ijazah yang digunakan untuk melamar adalah sebagaimana yang dipersyaratkan dalam formasi.

4.       Apa saja jenis formasi yang dibuka dalam seleksi penerimaan CPNS Kemendikbud tahun 2018?

Jawab:

a.       Formasi Putra/Putri Lulusan Terbaik berpredikat dengan pujian/cumlaude.

b.       Formasi PenyAndang Disabilitas

c.       Formasi Putra/Putri Papua dan Papua Barat

d.       Formasi Umum

5.       Jika saya akan melamar pada formasi Putra/Putri Lulusan Terbaik berpredikat dengan pujian/cumlaude, hal apa yang harus diperhatikan?

Jawab:

a.       Pastikan Anda adalah lulusan terbaik berpredikat dengan pujian/cumlaude (dibuktikan dengan melampirkan dokumen pendukung yang menyatakan bahwa Anda merupakan lulusan terbaik).
b.       Pastikan bahwa pada saat lulus, akreditasi Perguruan Tinggi (PT) dan Prodi Anda adalah A.

6.       Jika saya akan melamar pada formasi Penyandang Disabilitas, hal apa yang harus diperhatikan?

Jawab:

a.       Pastikan Anda memenuhi kriteria formasi yang akan Anda lamar.

b.       Lampirkan surat keterangan dari dokter RS pemerintah yang menyatakan jenis dan tingkat disabilitas yang Anda alami.


7.       Jika saya akan melamar pada formasi Putra/Putri Papua dan Papua Barat, hal apa yang harus diperhatikan?

Jawab:

a.       Pastikan Anda merupakan keturunan Papua/Papua Barat berdasarkan garis keturunan orang tua (bapak atau ibu) asli Papua.

b.       Pada saat mengirimkan kelengkapan berkas administrasi jangan lupa melampirkan:

1)     akta kelahiran dan/atau surat keterangan lahir Anda;

2)     fotokopi KTP orang tua (bapak kandung atau ibu kandung);

3)     surat keterangan dari Kepala Desa/Kepala Suku yang menyatakan bahwa orang tua Anda (bapak/ibu) adalah asli Papua/Papua Barat.

8.       Apakah fotokopi Surat Keterangan Perekaman e-KTP dapat dipergunakan sebagai pengganti fotokopi KTP untuk mendaftar?
Jawab:

Dapat. Selama Anda sudah berhasil mendaftar di https://sscn.bkn.go.id, maka fotokopi Surat Keterangan Perekaman e-KTP dapat dipergunakan sebagai pengganti fotokopi KTP.

9.       Apabila KTP saya hilang, dokumen apakah yang dapat saya kirimkan untuk melengkapi berkas administrasi sebagai pengganti fotokopi KTP?

Jawab:

Selama Anda sudah berhasil mendaftar di https://sscn.bkn.go.id, maka surat keterangan kehilangan dari kepolisian dapat digunakan sebagai pengganti fotokopi KTP.

KTP Anda harap segera diurus agar saat pelaksanaan SKD KTP tersebut sudah ada.

10.   Pada formasi cumlaude terdapat persyaratan akreditasi Perguruan Tinggi dan Program Studi harus A. Yang dimaksud apakah akreditasi saat ini atau pada saat saya lulus?

Jawab:

Akreditasi yang digunakan sebagai persyaratan seleksi administrasi adalah akreditasi yang masih berlaku ketika ijazah dikeluarkan.

11.   Apakah pas foto yang diunggah pada saat proses pendaftaran dan yang dikirimkan untuk seleksi administrasi harus berlatar belakang merah?

Jawab:

Ya. Pas foto baik yang diunggah maupun dikirimkan harus berlatar belakang merah.

12.   Apakah ada ketentuan dalam penulisan surat lamaran? Jawab:

a.       Surat lamaran diitulis tangan dengan tinta hitam

b.       Surat lamaran sebaiknya ditulis dalam kertas HVS ukuran A4/F4


B.   PROSES PENDAFTARAN

1.         Apakah saya dapat melamar lebih dari satu jabatan? Jawab:

Untuk formasi CPNS tahun 2018, setiap pelamar CPNS hanya diperkenankan mendaftar pada 1 (satu) instansi, 1 (satu) jabatan, dan 1 (satu) jenis formasi.

2.         Apa yang harus saya lakukan jika NIK dan Nomor KK saya tidak ditemukan? Jawab:

Silakan Anda melapor dan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sesuai dengan KTP Anda.

3.         Apakah yang harus saya lakukan jika saya lupa password yang saya gunakan pada saat mendaftar di SSCN BKN?
Jawab:

Silakan Anda mengikuti petunjuk yang tertera pada laman SSCN BKN.

4.         Apakah saya dapat mengganti/membatalkan instansi yang telah saya pilih? Jawab:

Anda tidak dapat mengganti instansi yang telah Anda pilih, apabila sudah menekan tombol kirim. Harap periksa kembali seluruh data yang Anda isikan, sebelum Anda mengirimkannya, karena data yang telah dikirim tidak dapat diubah dengan alasan apapun.

5.       Apakah yang harus saya lakukan jika saya gagal mengunggah pas foto? Jawab:

Pastikan ukuran file yang akan diunggah tidak kurang dari 120 Kb dan tidak lebih dari 200 Kb per file, format file dalam .jpg atau .jpeg. Apabila ukuran dan format tidak sesuai dengan ketentuan tersebut, maka file tidak akan terunggah.

Selasa, 31 Juli 2018

Tautan alternatif Login DHGTK BARU 2018, absen guru online

Daftar Guru dan Guru (DHGTK) telah digunakan secara resmi untuk menghitung kehadiran guru dan akan dimasukkan dalam pedoman untuk tugas profesional, jadi Anda harus memastikan bahwa DHGTK diselesaikan dengan benar.

DHGTK dirancang untuk mempercepat proses pembayaran tugas profesional guru, dasar atau persyaratan untuk menerima subsidi profesional berdasarkan pasal 15 pp 19 2017. Semua persyaratan artikel dapat dipenuhi dengan Dapodik, sesuai dengan peraturan Menteri Keuangan no. di mana ia dimodifikasi oleh PMK 112 / PMK.07 / 2017 tentang pengelolaan transfer ke daerah dan dana desa yang menetapkan bahwa pembagian tugas profesional dalam 7 hari dari biaya pendaftaran dan SKTP harus dibayarkan kepada guru untuk Ada alasan untuk memperlambat distribusi dengan meminta dokumen / file apa pun yang terkait dengan distribusi manfaat untuk guru lagi.

penyaluran tunjangan profesi dapat dipantau melalui aplikasi SIMBAR berbasis Android yang dapat diakses oleh pihak yang berkepentingan.

  1. http://223.27.144.195:2017/
  2. http://223.27.144.195:7000/
  3. http://223.27.144.196/
  4. http://223.27.144.195:2018/
  5. http://hadir.gtk.kemdikbud.go.id/
  6. http://118.98.166.188/
  7. http://223.27.144.195:414/
  8. http://223.27.144.195:212/
Meskipun tautan ini masih dapat dijalankan, kasus ini, terlalu banyak pengguna mengalami kesalahan. biasanya jika Anda memiliki akses lakukanlah di malam hari  untuk lebih mengisi absen secara online. semoga beruntung ...

Senin, 02 April 2018

KUMPULAN KI-KD K13 PENDIDIKAN KHUSUS ( SLB )

Keberadaan KI dan KD kurikulum Pendidikan Khusus (  SLB ) tahun 2013, Anda sudah bisa mendapatkan dengan penuh, seperti yang ditunjukkan dalam lampiran II Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor :  10/D/KR/2017  tertanggal 4 April 2017 tentang STRUKTUR KURIKULUM, KOMPETENSI INTI – KOMPETENSI DASAR,  DAN PEDOMAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN KHUSUS ( SLB ).


KI dan KD    Semua jenjang SDLB,SMPLB Dan SMALB Tiap-tiap  ketunanetra

KI-KD K13  TUNANETRA

silakan KLIK

 KI-KD K13 TUNARUNGU

silakan KLIK 

 KI-KD K13 TUNAGRAHITA

silakan KLIK 

 KI-KD K13 TUNADAKSA

silakan KLIK 

 KI-KD K13 AUTIS

silakan KLIK 


Semoga bermanfaat.... 

PANDUAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SEKOLAH LUAR BIASA

Keterampilan membaca berperan penting dalam kehidupan kita karena pengetahuan diperoleh melalui membaca. Oleh karena itu, keterampilan ini harus dikuasai peserta didik dengan baik sejak dini.



Dalam konteks internasional, pemahaman membaca tingkat sekolah dasar (kelas IV) diuji oleh Asosiasi Internasional untuk Evaluasi Prestasi Pendidikan (IEA-the International Association for the Evaluation of Educational Achievement) dalam Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) yang dilakukan setiap lima tahun (sejak tahun 2001). Selain itu, PIRLS berkolaborasi dengan Trends in International Mathematics and Science Studies (TIMSS) menguji kemampuan matematika dan sains peserta didik sejak tahun 2011. Pada tingkat sekolah menengah (usia 15 tahun) pemahaman membaca peserta didik (selain matematika dan sains) diuji oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD—Organization for Economic Cooperation and Development) dalam Programme for International Student Assessment (PISA).


Uji literasi membaca mengukur aspek memahami, menggunakan, dan merefleksikan hasil membaca dalam bentuk tulisan. Dalam PIRLS 2011 International Results in Reading, Indonesia menduduki peringkat ke-45 dari 48 negara peserta dengan skor 428 dari skor rata-rata 500 (IEA, 2012). Sementara itu, uji literasi membaca dalam PISA 2009 menunjukkan peserta didik Indonesia berada pada peringkat ke-57 dengan skor 396 (skor rata-rata OECD 493), sedangkan PISA 2012 menunjukkan peserta didik Indonesia berada pada peringkat ke-64 dengan skor 396 (skor rata-rata OECD 496) (OECD, 2013). Sebanyak 65 negara berpartisipasi dalam PISA 2009 dan 2012. Data PIRLS dan PISA, khususnya dalam keterampilan memahami bacaan, menunjukkan bahwa kompetensi peserta didik Indonesia tergolong rendah.


Rendahnya keterampilan tersebut membuktikan bahwa proses pendidikan belum mengembangkan kompetensi dan minat peserta didik terhadap pengetahuan. Praktik pendidikan yang dilaksanakan di sekolah selama ini juga memperlihatkan bahwa sekolah belum berfungsi sebagai organisasi pembelajaran yang menjadikan semua warganya sebagai pembelajar sepanjang hayat.

Download selengkapnya Buku Panduan Gerakan Literasi di SLB selengkapnya, silahkan klik pada tautan berikut ini :


Download Panduan Gerakan Literasi Sekolah di SLB

Rabu, 14 Maret 2018

Begini Solusinya Lupa Password DJP Online Dan Email Pajak

solusi mengatasi Lupa Password DJP Online Dan Email Pajak,Setiap tahun Anda melaporkan  spt anda  baik itu anda pns atau badan orang pribadi dan lainnya yang terkait dengan laporan tahunan tersebut. Laporan SPT elektronik tersedia di situs resmi Kantor Pelayanan Pajak. yang menawarkan berbagai aplikasi untuk membantu Anda dalam laporan dan menyampikan pajak anda. dan aplikasi yang kita bicarakan saat ini adalah Efin.

Kita akan membahas efin. Kemudian, laporan SPT disiapkan yang digunakan dalam laporan tahunan SPT baik dari perusahaan maupun individu. Karena pengolahan bersifat tahunan, terkadang wajib pajak lupakan akun DJP.

Jika anda bener -benar lupa semua yang telah anda daftarkan selama ini. anda jangan panik atau  galau...diartikel ini akan kami beri solosinya tetapi ada kunci pentingnya anda harus ingat kode EFIn anda karena kode EFIN akan di minta pada saat Reset Password.
Liat gambar di atas pada poin ke satu.
Pastikan Anda masih menyimpan EFIN yang diberikan oleh KPP.Jika Anda lupa atau tidak menyimpan EFIN, silahkan meminta pencetakan ulang EFIN di KPP Terdekat

Pada gambar ada tetulis angka 3 Anda dapat mengubah email untuk menerima password baru, jika menghendakinya dengan memilih "YA" pada pilihan "Lupa Email?" jadi di kolom ini bisa anda gantikan email anda.dengan demikan  password akan dikirimkan link untuk merubah password ke email Anda yang baru, dan email tersebut selanjutnya akan digunakan oleh sistem untuk mengirimkan pesan kepada Anda.
jadi mudah kan cara  Reset Password...

selamat mencoba dan segera lah laporkan SPT anda.....

Senin, 12 Maret 2018

Cara Berbagi Internet HP android via USB kabel ke PC/Laptop

Bagi anda pengguna  pc/leptop nya tidak di dukung aplikasi wifi maka anda bisa berbagi koneksi data internet dari ponsel android via kabel data USB ke pc/leptop . Di android sendiri sudah ada opsi USB internet yang bisa digunakan agar ponsel android bisa sharing data internet ke pc/leptop dengan mudah. Untuk melakukannya, silahkan simak caranya di bawah ini. 

1.Tancapkan kabel data dari android ke colokan USB laptop/komputer. 
2. masuk ke setelan pada android anda 

3. pilih penembahan USB Di smartphone opsi USB internet yang tadinya belum aktif akan menyala, beri tanda centang.



 Nah, mudah sekali kan cara Berbagi Internet HP android via USB kabel ke PC/Laptop melalui kabel data USB ?, semuga tips diatas bermanfaat.

Minggu, 04 Maret 2018

Pelaksanaan Identifikasi & Asesmen

Pelaksanaan Identifikasi & Asesmen


A. Ilustrasi Pelaksanaan Identifikasi

PDBK di SLB pada umumnya sudah teridentifikasi kekhususannya. Artinya guru mengetahui dan meyakini bahwa peserta didiknya memiliki kekhususan tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, atau autis. Namun guru belum mengidentifikasi keempat fungsi areanya; apakah PDBK tersebut juga memiliki hambatan padaarea belajar, sosial emosi, komunikasi, dan neuromotornya. Untuk itu guru melakukan identifikasi tahap berikutnya.

Misalnya, Andri adalah PDBK kelas X yang diidentifikasi pada tahap pertamamemiliki kekhususan tunarungu. Guru melakukan identifikasi tahap kedua untuk mengetahui kondisi keempat fungsi area Andri.Instrumen identifikasi yang dibuat oleh guru dapat mengacu pada kompetensi dasar kelas X tunarungu. Jika berdasarkan instrumen tersebut Andri teridentifikasi memiliki hambatan dalam komunikasi dan mata pelajaran yang terkait dengan kemampuan berbahasanya, seperti mata pelajaran Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila dan kewarga-negaraan, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Ilmu Pengetahuan Sosial, maka guru harus mengatasi hambatan komunikasi tersebut dengan memberikan akselerasi dalam penguasaan bahasa.

Berikut merupakan  contoh instrumen yang bisa dipakai untuk mengidentifiksi.

1.      Instrumen Identifikasi pada Area Belajar

No
Gejala yang dapat diamati
Penilaian
M
MB
TM
1











Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan



a.       Menyadari  nilai-nilai dalam sistem pemerintah sesuai dengan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara 



b.       Menghargai nilai-nilai fungsional lembaga-lembaga Negara sesuai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945



c.       Mensyukuri  nilai-nilai yang membentuk komitmen integrasi nasional dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika



d.       Menghayati nilai-nilai pentingnya wawasan nusantara dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia



e.       Mengamalkan nilai-nilai dalam sistem pemerintah sesuai dengan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara 




f.        Menyetujui   nilai-nilai tentang  hubungan struktural dan fungsional pemerintahan pusat dan daerah menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945



g.       Mengamalkan nilai-nilai yang membentuk komitmen integrasi nasional dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika



h.       Menghargai pentingnya wawasan nusantara dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia



i.         Menganalisis   sistem pemerintah negara sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara



j.         Menelaah kewenangan  lembaga-lembaga Negara  menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945



k.       Memprediksi faktor-faktor pembentuk integrasi nasiona dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika



l.         Mengevaluasi  arti pentingnya Wawasan Nusantara dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia



m.    Menyaji hasil  keputusan bersama tentang perbedaan  pandangan terkait sistem pemerintah negara sesuai dengan nilai-nilai Pancasila



n.       Mempresentasikan kewenangan  lembaga-lembaga   Negara menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945



o.       Menyajikan hasil analisis tentang faktor-faktor pembentuk integrasi nasional dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika



p.       Memaparkan hasil  keputusan bersama terkait arti pentingnya Wawasan Nusantara dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia  



2
Bahasa Indonesia



a.       Memahami isi teks iklan sederhana dengan memperhatikanaspek kebahasaan



b.       Membandingkan teks iklan sederhana dengan  memperhatikan kebahasaan



c.       Mengidentifikasi teks iklansederhana dengan memperhatikan  aspek kebahasaan



d.       Memahami isi teks pantun dan syair sederhana dengan memperhatikanaspek kebahasaan



e.       Membandingkan teks pantun dan syair sederhana



f.        Mengidentifikasi teks pantun atau syairsederhana




g.       Memahami isi teks narasi sederhana dengan memperhatikanaspek kebahasaan



h.       Membandingkan teks narasi sederhana dengan  memperhatikan aspek kebahasaan



i.         Mengidentifikasi teks narasi sederhana dengan memperhatikan  aspek kebahasaan



j.         Menguraikan  makna teks iklansederhana dengan memperhatikan aspek kebahasaan



k.       Menyimpulkan teks iklan sederhana dengan memperhatikan aspek kebahasaan



l.         Menyusun teks cerita iklan sederhana dengan memperhatikan aspek kebahasaan



m.    Menguraikan  makna teks pantun dan syair sederhana



n.       Menyimpulkan teks pantun dan syair sederhana



o.       Menyusun teks cerita pantun atau  syair sederhana



p.       Menguraikan  makna teks narasi sederhana dengan memperhatikan aspek kebahasaan



q.       Menyimpulkan teks narasi sederhana dengan memperhatikan aspek kebahasaan



r.        Menyusun teks cerita narasi sederhana dengan memperhatikan aspek kebahasaan



3
Matematika



a.       Memahami hubungan antar satuan kuantitas dalam kehidupan sehari-hari (rim, lusin, kodi)



b.      Menemukan rumus keliling dan luas lingkaran melalui suatu percobaan



c.       Memahami cara mengukur besar sudut memakai busur derajat



d.       Memahami arti rata-rata, median dan modus dari sekumpulan data



e.       Memahami konsep frekuensi relatif melalui percobaan dan tabel



f.        Menentukan hubungan antar satuan kuantitas dalam kehidupan nyata (rim, lusin, kodi)



g.       Menggunakan rumus keliling dan luas lingkaran melalui suatu percobaan untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari



h.       Mengukur besar sudut menggunakan busur derajat dan mengidentifikasi jenis sudutnya




i.         Menghitung nilai rata-rata, median dan modus dari sekumpulan data dlm permasalahan kehidupan nyata



j.         Menghitung frekuensi relatif dari suatu percobaan dan data dalam tabel frekuensi



4.
Ilmu Pengetahuan Alam



a.       Menelaah  rangkaian listrik sederhana dan sifat magnet serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari



b.       Mendeskripsikan siklus air dan dampaknya pada peristiwa di bumi serta kelangsungan mahluk hidup



c.       Mengidentifikasi rantai makanan pada ekosistem di lingkungan sekitar



d.       Menelaah dampak polusi terhadap perubahan lingkungan dan kesehatan



e.       Membuat elektromagnetik sederhana dan menggunakannya untuk mendeteksi benda-benda yang ditarik oleh magnet



f.        Membuat bagan tentang siklus air dan dampaknya pada peristiwa di bumi serta kelangsungan makhluk hidup



g.       Menyajikan hasil identifikasi tentang rantai makanan dan jejaring makanan dari makhluk hidup di lingkungan sekitar yang terdiri dari karnivora, herbivora, dan omnivora



h.       Membuat rangkuman masalah lingkungan yang berkaitan dengan kesehatan yang disebabkan oleh polusi



5.
Ilmu Pengetahuan Sosial



a.       Memahami aktivitas manusia dalam aspek keruangan dan waktu, konektivitas antar ruang, perubahan dan keberlanjutannya pada aspek sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan dalam lingkup lokal



b.       Memahami aktivitas manusia dalam hubungannya dengan kondisi geografis di sekitarnya dalam bidang ekonomi  (lingkup lokal)



c.       Menjelaskan aktivitas manusia, perubahan dan keberlanjutannya pada masa praaksara, Hindu Buddha, dan Islam



d.       Memahami kehidupan manusia dalam kelembagaan sosial, ekonomi, pendidikan, dan budaya di masyarakat sekitar (lokal)




e.       Memahami aktivitas manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi



f.        Menyajikan hasil telaah aktivitas manusia dalam aspek keruangan dan waktu, konektivitas antar ruang, perubahan dan keberlanjutannya pada aspek sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan dalam lingkup lokal



g.       Menyajikan hasil telaah tentang aktivitas manusia dalam hubungannya dengan kondisi geografis di sekitarnya dalam bidang ekonomi (lingkup lokal)



h.       Menyajikan hasil telaah tentang aktivitas manusia, perubahan dan keberlanjutannya pada masa praaksara, Hindu Buddha, dan Islam



i.         Menyajikan hasil diskusi alternatif  tindakan nyata dalam mengatasi masalah yang berkaitan dengan  kehidupan manusia dalam kelembagaan sosial, ekonomi, pendidikan, dan budaya di masyarakat sekitar



j.         Menyajikan hasil peng­amat­an tentang aktivitas manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi









Keterangan:
M        : Mampu
MB      : Mampu dengan bimbingan
TM      : Tidak mampu

PDBK diklasifikasikan memiliki hambatan :
o   Ringan =   jika menunjukkan ketidakmampuan pada rentang 25 – 49%
o   Sedang =   jika menunjukkan ketidakmampuan pada rentang 50 – 74%
o   Berat     =   jika menunjukkan ketidakmampuan 75% 
2.      Instrumen Identifikasi pada Area Sosial Emosi




No
Gejala yang diamati
Penilaian
Ya
Tidak
1
Tidak mau mengikuti aturan yang ditetapkan


2
Terkesan berperilaku  tidak sopan


3
Sering mengeluarkan kata-kata yang kasar/kotor


4
Sering marah tanpa sebab


5
Sering bertindak ceroboh


6
Sering menyalahkan orang lain dan tidak mengakui kesalahannya


7
Sering berbohong


8
Sering berkelahi, memukul dan menyerang orang lain tanpa sebab


9
Tidak dapat menjalin kerjasama dengan orang lain


10
Sering menyakiti diri sendiri


11
Sering menyendiri, melamun, dan mudah menangis tanpa sebab


12
Tidak peka terhadap lingkungan


13
Egois dan ingin menang sendiri






No
Gejala yang diamati
Penilaian
Ya
Tidak
1
Tidak mau mengikuti aturan yang ditetapkan


2
Terkesan berperilaku  tidak sopan


3
Sering mengeluarkan kata-kata yang kasar/kotor


4
Sering marah tanpa sebab


5
Sering bertindak ceroboh


6
Sering menyalahkan orang lain dan tidak mengakui kesalahannya


7
Sering berbohong


8
Sering berkelahi, memukul dan menyerang orang lain tanpa sebab


9
Tidak dapat menjalin kerjasama dengan orang lain


10
Sering menyakiti diri sendiri


11
Sering menyendiri, melamun, dan mudah menangis tanpa sebab


12
Tidak peka terhadap lingkungan


13
Egois dan ingin menang sendiri



Keterangan:

PDBK diklasifikasikan memiliki hambatan :
o   Ringan =   jika memperoleh jawaban “Ya” pada rentang 25 – 49%
o   Sedang =   jika memperoleh jawaban “Ya”pada rentang 50 – 74%
o   Berat     =   jika jika memperoleh jawaban “Ya” ≧ 75% 


3.      Instrumen Identifikasi pada Area Komunikasi

No
Gejala yang dapat diamati
Penilaian
M
MB
TM
1






Bahasa Reseptif



a.       Memahami pertanyaan sederhana seputar diri sendiri dan keluarga yang disampaikan secara lisan



b.       Memahami pertanyaan sederhana seputar diri sendiri dan keluarga yang disampaikan secara tertulis



c.       Memahami perintah sederhana seputar ekgiatan sehari-hari yang disampaikan secara lisan



d.       Memahami perintah sederhana seputar ekgiatan sehari-hari yang disampaikan secara tertulis



e.       Dapat memeragakan dengan gesti/isyarat kegiatan yang tertulis dalam sebuah bacaan



f.        Dapatmembaca teks bacaan sederhana tanpa dieja



2
Bahasa Ekspresif



a.       Mengajukan pertanyaan sederhana seputar diri sendiri dan keluarga secara lisan



b.       Mengajukan pertanyaan sederhana seputar diri sendiri dan keluarga secara tertulis dengan struktur yang benar



c.       Meminta pertolongan/mengungkapkan perintah sederhana secara lisan



d.       Meminta pertolongan/mengungkapkan perintah sederhana secara tertulis



e.       Mendeskripsikan kegiatan yang diperlihatkan dalam bentuk gambar



f.        Menceritakan kembali isi bacaan dengan kalimat sendiri



g.       Memberikan respon terhadap suatu kondisi, misalnya mengucapkan terima kasih jika diberi sesuatu, meminta maaf jika melakukan kesalahan atau mengomentari suatu peristiwa



3
Produksi Bunyi Bahasa/Suara




a.       Memproduksi fonem dan kata  dengan jelas




b.       Memproduksi suara secara wajar





Keterangan:
M        : Mampu
MB      : Mampu dengan bimbingan
TM      : Tidak mampu

PDBK diklasifikasikan memiliki hambatan :
o   Ringan =   jika menunjukkan ketidakmampuan pada rentang 25 – 49%
o   Sedang =   jika menunjukkan ketidakmampuan pada rentang 50 – 74%
o   Berat     =   jika menunjukkan ketidakmampuan ≧ 75% 
 

4.      Instrumen Identifikasi pada Area Neuromotor

No
Gejala yang diamati
Penilaian
Ya
Tidak
1
Anggota-anggota gerak kaku/lemah/lumpuh.


2
Kesulitan dalam gerakan-gerakan: kaku/tidak lentur/tidak terkendali


3
Ada bagian-bagian anggota gerak yang tidak lengkap/sempurna/lebih kecil dari biasa


4
Ada ketidak lengkapan pada alat gerak


5
Jari-jari tangan kaku dan tidak dapat menggenggam


6
Kesulitan waktu berdiri, berjalan ataududuk dan menunjukan sikap tubuh yang tidak normal (kurang keseimbangan)


7
Gerakan-gerakan hiperaktif/tidak dapat tenang


8
Kurang memiliki kemampuan untuk berpindah tempat (locomosi)




Keterangan:

PDBK diklasifikasikan memiliki hambatan :
o   Ringan =   jika memperoleh jawaban “Ya” pada rentang 25 – 49%
o   Sedang =   jika memperoleh jawaban “Ya”pada rentang 50 – 74%
o   Berat     =   jika jika memperoleh jawaban “Ya” ≧ 75%
Berdasarkan hasil identifikasi dapat digambarkan kondisi (profil) Andri pada tabel sebagai berikut.
Rekapitulasi Hambatan yang Dihadapi PDBK
 

No
Nama
Kondisi Hambatan Pada Fungsi Area
Belajar
Komuni-kasi
Sosial emosi
Neuro-motor
R
S
B
R
S
B
R
S
B
R
S
B
1
Andri Safari
-
a
-
-
-
a
-
-
-
-
-
-
2
Burhanuddin












3
Candra Kirana













Berdasarkan tabel diatas, maka profil Andri dapat digambarkan sebagai berikut: Andri mengalami hambatan pada area belajar khususnya pada mata pelajaran yang terkait dengan kemampuan berbahasa. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rapor yang rendah pada mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS. Sementara pada mata pelajaran Matematika justru menunjukkan kemampuan di atas rata-rata.

Berdasarkan hasil identifikasi itu, diketahui bahwa Andri memiliki hambatan pada taraf berat dalam komunikasi dan hambatan pada taraf sedang dalam area belajarkhususnya pada mata pelajaran yang terkait dengan komunikasi dan bahasa, seperti mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS.


1.Rekomendasi

Hasil anailis sementara masalah yang dihadapi Andri diduga kuat terkait dengan masalah komunikasi. Oleh karena itu Andri masih membutuhkan layanan program kebutuhan khusus berupa Pengembangan Komunikasi Persepsi Bunyi dan Irama (PKPBI) meskipun Andri sudah di SMALB.Selain ituAndri juga dirujuk untuk mengikuti terapi wicara untuk mempercepat perolehan/ peningkatan kemampuan komunikasinya. 
A.     Ilustrasi Pelaksanaan Asesmen
Dari hasil identifikasi tersebut, guru kemudian melakukan asesmen untuk mengetahui kekuatan (apa yang sudah dikuasai) dan kelemahannya (apa yang belum dikuasai). Hasil identifikasi pada area belajar menjadi garapan asesmen akademik, sedangkan hasil identifikasi pada area sosial emosi, komunikasi, dan neuromotor menjadi garapan asesmen non akademik (perkembangan). Hasil asesmen pada area belajar dijadikan dasar oleh guru untuk menyusun perencanaan perangkat pembelajaran. Dengan demikian materi-materi yang disajikan diharapkan sesuai dengan kondisi/profilPDBK.

Hal yang harus dilakukan guru sebelum melakukan asesmen adalah menyusun instrumen asesmen. Penyusunan instrumen asesmen pada area belajar dapat mengacu pada KD yang tersedia sesuai kelas.  KD tersebut kemudian dikembangkan menjadi indikator dan untuk mengukur indikator tersebut disediakan sejumlah pertanyaan/pernyataan yang dapat menjaring kondisi (profil) PDBK yang sesungguhnya. Indikator yang dikembangkan merentang dari yang paling sulit (acuan maksimal) sampai hal yang paling mudah (acuan minimal). Hal ini dilakukan agar diketahui kompetensi yang sudah dikuasai PDBK tersebut.

Jika sudah diketahui kekuatan dan kelemahan PDBK dalam mata pelajaran tertentu, maka guru menentukan kebutuhan pembelajarannya. Berikut disajikan contoh instrumen asesmen mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).


Top